Sabtu, 21 Juli 2012

Tidur Habis Sahur Sebaiknya Cukup 2 Jam Saja

img
ilustrasi (foto: Thinkstock)
Tak jarang orang kembali tidur sehabis bersantap sahur. Bahkan banyak pula yang kemudian tidur sampai hari menjelang siang. Agar efektif meningkatkan energi saat puasa, tidur habis sahur sebaiknya dilakukan selama 2 jam saja.

Tidur berfungsi untuk mengistirahatkan dan mengembalikan fungsi tubuh setelah beraktifitas seharian. Agar badan tetap sehat, umumnya orang menghabiskan sepertiga waktunya dalam sehari untuk tidur. Namun lama waktu tidur ini bisa bervariasi pada setiap orang.

Umumnya orang memerlukan waktu tidur selama 4 – 11 jam setiap hari, tergantung pada kebiasaan dan karakteristik genetiknya. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan di Turki, 75 persen orang tidur selama 7 – 8 jam sehari. Namun ketika puasa Ramadhan, lama waktu tidur ini harus terputus oleh makan sahur.

“Gangguan tidur dapat dialami selama bulan Ramadhan akibat jam makan sahur yang terkadang menyela waktu tidur. Agar badan tetap energik, tidur 2 jam selepas sahur sudah cukup bagi tubuh. Tidur lebih lama akan memiliki efek negatif pada kinerja tubuh di siang hari,” kata dr Abdullah Özkardeş, spesialis neurologi di Memorial Şişli Hospital, Turki seperti dilansir Today’s Zaman, Minggu (22/7/2012).

Selain itu, makanan dan minuman yang dikonsumsi selama Ramadhan juga mempengaruhi perilaku tidur. Menurut dr Abdullah, orang yang mengkonsumsi banyak teh dan kopi ketika berbuka puasa dan sahur dengan harapan akan merasa energik sepanjang hari justru akan sering merasa lekas marah dan cemas.

Perubahan waktu makan karena sahur dan buka puasa juga ikut mempengaruhi pola tidur. Umumnya orang membutuhkan waktu yang lebih lama untuk jatuh tidur selama bulan Ramadhan sehingga akan mengurangi lama tidur secara keseluruhan.

“Perubahan ini menyebabkan orang terbangun dengan perasaan lelah. Pada gilirannya, hal ini akan menyebabkan kantuk dan mengganggu konsentrasi di siang hari. Penderita gangguan tidur selama Ramadhan ini juga mengeluhkan masalah yang sama karena mengkonsumsi kopi dan teh secara berlebihan,” kata dr Abdullah.

Oleh karena itu, dr Abdullah menyarankan agar teh dan kopi sebaiknya dikonsumsi sesedikit mungkin ketika habis puasa. Untuk mengurangi masalah tidur dan efek negatifnya di bulan Ramadhan, usahakan agar tetap tidur dengan rentan waktu yang sama seperti hari biasa.

Berkurangnya waktu tidur atau terjadinya perubahan pola tidur dapat mempengaruhi fungsi tubuh sehari-hari. Jika merasa lelah, mudah marah, pelupa atau sulit konsentrasi, bisa jadi gangguan ini disebabkan oleh masalah tidur dan lapar.

“Jika memungkinkan, cobalah untuk beristirahat dan bersantai sejenak pada suatu waktu,” pungkas dr Abdullah.




Sumber: ***

Ini Risikonya Perlakukan Anak Seperti Teman

img
ilustrasi (foto: Thinkstock)
Generasi saat ini banyak yang tumbuh dan mengasuh anak-anak layaknya sebagai seorang teman. Tujuannya memang baik, yaitu agar hubungan antara orangtua dengan anak lebih akrab dan komunikasinya lebih terbuka. Sayangnya, cara pengasuhan ini memiliki akibat buruk pada anak. Anak-anak akan lebih sulit disiplin dan makin bandel.


Menurut seorang psikolog klinis terkemuka asal Inggris, Profesor Tanya Byron, anak-anak tumbuh berperilaku buruk karena orangtuanya terlalu takut untuk mendisiplinkan. Munculnya tren yang mencoba untuk membesarkan anak sebagai seorang teman, bukan sebagai sosok yang harus dipatuhi, membuat anak yang mendekati masa remaja tidak siap menghadapi dunia nyata.


"Saya banyak merawat anak-anak di klinik dengan gangguan perilaku karena dampak langsung dari taktik pengasuhan tersebut. Anak-anak berumur 6 tahun dibawa ke klinik saya karena orangtuanya cemas setiap kali mencoba untuk mengatur, anak akan menjadi tertekan," kata Profesor Byron seperti dialnsir Daily Mail, Minggu (22/7/2012).


Anak-anak tersebut, menurut profesor Byron, begitu dilindungi oleh orangtua yang takut mengecewakan anak-anaknya. Orangtua begitu sibuk agar anak-anak tidak lepas dari jangkauannya sehingga kurang mengajarkan keterampilan hidup yang penting. Anak yang diasuh tanpa diberikan batasan-batasan dan tugas tertentu dapat terganggu perkembangannya.


Anak yang selalu dipenuhi setiap kebutuhannya akan tetap berada pada tahap kecerdasan emosional yang belum matang. Ketika menghadapi tantangan dunia nyata di masa dewasa, anak hanya akan berusaha kembali mengingat bagaimana rasanya merasa aman di rumah bersama orangtua.


Menurut seorang psikolog, Dr Aric Sigman, fenomena orangtua yang menjadi teman ini dapat disebabkan karena makin banyak perempuan yang memilih untuk mulai berkeluarga ketika usianya sudah cukup tua. Ada perasaan bahwa menolak keinginan anak-anak akan merusak hubungannya dengan orangtua. Selain itu, kedua orangtua juga cenderung bekerja di luar rumah.


"Hasilnya adalah anak-anak jarang melihat orangtuanya di rumah. Anak-anak mulai menampilkan perilaku menantang juga bisa disebabkan karena tidak mendapat perhatian yang dibutuhkan. Orangtua merasa bersalah dan membiarkannya daripada mendisiplinkan dan berisiko membuat anak menjadi marah," kata dr Sigman.


Tak hanya itu, banyak guru-guru sekolah di Inggris juga menangani anak-anak yang belum terlatih menggunakan toilet, anak-anak yang selalu ingin dipenuhi keinginannya dan tidak terbiasa mendengar kata 'tidak boleh'.


"Orangtua tidak melakukan apapun karena ingin anak-anak senang, mencoba membuat anak-anak berperilaku baik atau menebus kesalahan karena kurang memberi perhatian dengan cara membelikan mainan atau gadget," kata Dr Mary Bousted, Sekretaris Jenderal Association of Teachers and Lecturers di Inggris.


Dr Bousted menegaskan bahwa orangtua harus memiliki kepercayaan diri untuk menetapkan aturan, menugaskan anak-anak membantu membereskan rumah dan mendorongnya menjadi mandiri agar anak lebih percaya diri dan mampu berkembang menjadi orang dewasa yang tangguh.




Sumber: ***

Do's & Don'ts Saat Sahur Agar Puasa Tidak Lemas

img
Dok. Thinkstock
Ingin tetap segar dan kuat seharian selama menjalani puasa? Mulailah dengan makan sahur yang sehat dan bernutrisi baik. Seperti apa makan sahur yang sehat itu, praktisi gaya hidup sehat dr. Phaidon L. Toruan berbagi tipsnya kepada wolipop, saat berbincang lewat telepon pada Rabu (19/07/2012).

1. Karbohidrat Kompleks
Karbohidrat kompleks energi levelnya stabil dan meningkatkan gula darah secara perlahan sehingga tubuh tidak kaget atau shock. Peningkatan gula darah yang perlahan, penurunannya juga perlahan sehingga tubuh tidak mudah lemas. Karbohidrat kompleks juga lebih lama dicerna tubuh sehingga membuat perut terasa kenyang lebih lama. Jenis karbohidrat ini bisa didapat dari nasi merah, oatmeal, sayuran dan umbi-umbian. Jadi sebagai makanan pokok, sebaiknya ganti nasi putih dengan nasi merah.

2. Protein Sehat
Anda bisa bebas memilih makanan yang diinginkan sebagai sumber protein seperti ayam, ikan, telur atau daging. Tapi perhatikan cara pengolahannya. dr. Phaidon mengingatkan, sebisa mungkin hindari makanan yang digoreng karena lemak dari minyak bisa membuat Anda mudah mengantuk. Masaklah makanan dengan cara direbus, kukus, pepes atau panggang.

3. Perbanyak Buah-buahan
Buah kaya vitamin dan mineral dan memiliki efek 'listrik' yang berfungsi mengubah cadangan makanan sebagai sumber energi serta membantu meningkatkan metabolisme tubuh. Disarankan untuk mengonsumsi tiga porsi buah seperti pisang, jeruk atau apel sebelum makan nasi.

"Tapi ingat untuk mengonsumsi buah lokal, karena buah impor sekarang ini ada yang mengandung formalin dan justru membahayakan tubuh," ujar penulis buku 'Fat Loss Not Weight Loss' ini.

4. Cukupi Asupan Air
Menurut dr. Phaidon, kunci utama agar tetap segar selama berpuasa adalah mencukupi asupan cairan tubuh. Air putih adalah pilihan yang baik, tapi Anda bisa mengombinasikannya dengan jus buah alami yang diblender.

5. Konsumsi Suplemen Makanan
Jika Anda memiliki dana lebih, disarankan untuk mengonsumsi suplemen makanan sebagai tambahan energi. Pilih suplemen yang lengkap kandungan vitamin, mineral dan omega-3 agar energi tetap terjaga hingga menjelang buka puasa.

6. Hindari Gula
Anda terbiasa meminum teh manis setelah sahur? Mulai sekarang, tinggalkan kebiasaan itu. Mengonsumsi gula hanya akan membuat tubuh cepat lemas. Gula memang bisa memberi tambahan energi dengan instan, tapi menurut dr. Phaidon, itu adalah energi palsu.

"Gula membuat kadar gula darah cepat naik, tapi cepat juga turunnya. Akibatnya tubuh jadi cepat lemas. Sebaiknya minum jus buah alami tanpa gula," tuturnya.



Sumber: ***

Tips Pada Saat Sahur Agar Tak Lemas Saat Berpuasa

 img
Saat menjalankan ibadah puasa, tubuh memang memiliki cadangan energi yang lebih sedikit dari biasanya. Namun, jangan jadikan puasa sebagai alasan untuk mengurangi produktivitas kerja.


Rasa lemas, haus dan lapar pasti akan dialami setiap orang yang berpuasa. Tapi Anda bisa tetap segar dan semangat menjalani aktivitas, bila mengonsumsi makanan yang tepat saat sahur.


Jenis makanan yang diasup haruslah mencukupi kebutuhan nutrisi seperti karbohidrat, protein, serat, vitamin dan mineral. Berikut ini tipsnya, seperti dilansir About.


1. Makan dengan Porsi Normal
Makanlah dengan porsi normal, seperti hari-hari biasanya. Menambah porsi makan, tidak akan membuat Anda kenyang lebih lama hingga tiba waktu berbuka puasa.


Makan yang berlebihan akan membuat perut kekenyangan dan tidak nyaman. Asupan makanan yang terlalu banyak, juga bisa membuat tubuh dehidrasi lebih cepat. Juga jangan makan terlalu sedikit, karena tubuh akan kekurangan cadangan energi sehingga tubuh bisa lemas dan sulit berkonsentrasi kerja.


2. Konsumsi Karbohidrat Kompleks
Karbohidrat kompleks, adalah jenis karbohidrat yang lama dicerna tubuh sehingga bisa memberikan cadangan energi lebih lama. Karbohidrat kompleks terdapat pada nasi merah, gandum utuh, roti gandum, biji-bijian, serta buah dan sayuran.


Produk olahan gandum utuh, serta buah dan sayur yang kaya serat tidak hanya menyediakan energi tapi juga memperlambat sistem pencernaan sehingga perut terasa kenyang lebih lama.


Jenis-jenis makanan ini baik untuk mempertahankan energi yang diperlukan otot tubuh selama berpuasa. Selain itu, karbohidrat kompleks juga membantu tubuh menyerap air lebih efisien, sehingga terhindar dari kekurangan cairan.


3. Makan Perlahan
Jangan makan terburu-buru. Makan terlalu cepat bisa mengganggu kadar gula dalam darah dan membuat perut terasa cepat lapar beberapa jam setelah sahur. Hal ini karena saat makan dengan cepat, tubuh akan bekerja lebih keras agar nutrisi bisa terserap. Karena proses itulah, nutrisi yang didapatkan tubuh pun kurang sempurna dan akibatnya tubuh cepat lemas.


4. Pilih Air Putih Ketimbang Teh Manis
Menyeruput teh manis hangat saat santap sahur memang nikmat. Kombinasi teh dan gula juga cepat memberi tambahan energi. Namun energi yang dihasilkan dari gula pasir juga akan hilang dengan cepat. Tubuh pun akan terasa lebih lemas.


Disarankan mengonsumsi teh manis pada saat buka puasa saja, untuk lekas menggantikan energi yang hilang. Saat sahur, lebih sehat meminum air putih untuk menyediakan cadangan cairan selama berpuasa. Perbanyak juga konsumsi buah dan sayur tinggi air seperti semangka atau ketimun. Hindari kopi dan teh terlalu banyak karena bisa sebabkan dehidrasi.



Sumber: ***

Keutamaan Puasa Ramadhan

Berpuasa merupakan salah satu dari lima Rukun Islam. Puasa menurut syariat artinya menahan diri dari makan & minum serta segala perbuatan yang bisa membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari, dan dengan syarat tertentu untuk meningkatkan ketakwaan seorang muslim.

Banyak sekali keutamaan puasa di bulan Ramadhan, dan berikut lima keutamaan diantara beberapa keutamaan puasa di bulan Ramadhan.

 1. Puasa sudah diwajibkan atas umat sebelum kita. Allah SWT berfirman : ”Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS Al-Baqoroh : 183). Jika puasa bukan sebuah amalan yang agung, maka tidak mungkin puasa juga diwajibkan atas umat-umat sebelum kita. walaupun puasa mereka berbeda dengan puasa kita, artinya bukan pada bulan Ramadhan yang diwajibkan atas mereka, akan tetapi amalan puasa itu sendiri telah diwajibkan atas mereka yang menandakan bahwa amalan ini sangatlah agung.

2. Amalan puasa memberi syafaat kepada orang yang mengamalkannya. Rasulullah -sholallahu ‘alaihi wasallam- bersabda : ”Puasa dan Al-Qur’an memberi syafaat bagi seorang hamba pada hari kiamat, puasa berkata : Wahai Robb, aku telah menahannya dari makanan dan syahwat maka berikanlah ia syafaat. Al-Qur’an berkata : Wahai Robb, aku telah menahannya dari tidur di malam hari maka berilah ia syafaat. Rasulullah berkata : maka keduanya memberi syafaat.” (HR Ahmad, Ath-Thabrany dan Al-Hakim). 

3. Pahala puasa tidak terikat dengan jumlah tertentu. Rasulullah -sholallahu ‘alaihi wasallam- bersabda : ”Semua amalan anak Adam untuknya dan dilipat gandakan setiap satu kebaikan (dianggap) sepuluh kali kebaikan tersebut dan dilipat gandakan menjadi 700 kali. Allah berfirman : Kecuali puasa, karena amalan itu untuk-Ku dan Aku akan membalasnya, (disebabkan) meninggalkan sahwatnya dan makanannya demi Aku.” (HR. Muslim).

4. Berpuasa adalah media diampuninya dosa-dosa & kesalahan. Rasulullah -sholallahu ‘alaihi wasallam- bersabda : ”Barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan iman dan pengharapan (pahala), diampuni dosa-dosa yang telah lampau.” (Muttafaq ‘Alaihi). Jika seseorang telah yakin dan ridho akan kewajibannya berpuasa serta tidak benci atas kewajiban puasa Ramadhan, yakin terhadap pahala dan ganjaran yang akan didapat maka dia akan diampuni dosa-dosanya yang terdahulu. 

5. Dua kebahagiaan bagi orang yang berpuasa. Kebahagiaan yang pertama yaitu ketika berbuka puasa setelah menahan nafsu, lapar, dan dahaga selama sehari penuh. Dan kebahagiaan yang kedua yaitu ketika menjumpai Allah SWT di akhirat dan dimasukkan ke dalam surga-Nya. Rasulullah -sholallahu ‘alaihi wasallam- bersabda : ”Untuk orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan : kebahagiaan ketika berbuka puasa. dan kebahagiaan ketika menemui Tuhannya.” (Muttafaq ‘Alaihi). 

Demikian 5 keutamaan puasa yang bisa kami sampaikan untuk kita semua. Semoga bermanfaat dan selamat menunaikan ibadah puasa.



Sumber: ***