Kamis, 08 Maret 2012

7 Kiat Menjadi Orang Besar




“Siapa yang:

• Mentaati Rabb-nya.

• Berbakti kepada kedua orang tuanya.

• Menyambung tali kekerabatannya.

• Membantu saudara-saudaranya.

• Memuliakan teman-teman pergaulannya.

• Bermanfaat untuk orang-orang di sekelilingnya.

•Berperan memajukan peradaban dan membahagiakan manusia lainnya. 

Dialah yang disebut penghuni langit sebagai orang besar.” (DR. Mustafa Siba’I rahimahullah).

Saudaraku….

Siapa diantara kita yang tidak mendambakan kemuliaan, kehormatan, keluhuran dan kebesaran. Terlebih gelar itu diperoleh dari Yang di Atas sana. Karena parameter yang diatas jelas dan pasti. Berbeda dengan tolok ukur manusia yang serba berkekurangan seperti kita.

Wal hasil, sebaik apa pun kepribadian kita dan keluhuran budi pekerti kita. Di sana tetap ada orang yang membenci kita, iri hati, dan berupaya untuk menghancurkan kita.

Kita belajar dari perjalanan hidup penghulu para nabi dan rasul; Muhammad saw. Tiada seorang pun yang meragukan keindahan pekerti dan keluhuran akhlak beliau. Namun gelar-gelar negative muncul pasca dimulainya fase dakwah secara terbuka. Tepatnya tiga tahun setelah bi’tsah setelah turunnya ayat, “Dan berilah peringatan kepada karib kerabatmu yang terdekat.” (Asy-Syu’ara’: 214).

Gelar-gelar seperti; orang gila, penyihir, dukun, penyair dan senada dengan itu diberikan Quraisy terhadap nabi.

Oleh karena itu jika kita berbuat sebijak dan seindah mungkin. Berbicara dan berprilaku sehalus kita mampu, tetap tak akan pernah kita raih keridhaan semua orang yang mengenal kita. Tapi ketika kita hanya mengharap cinta dan keridhaan Allah. Maka hal itu bisa kita raih selama kita mau dan berusaha keras mengejarnya.

Memiliki kekuasaan, jabatan, harta kekayaan, asset bertebaran di mana-mana, kendaraan mewah dan model terbaru, bentuk tubuh yang mengagumkan, keelokan wajah dan ketampanan paras dan seterusnya. Itulah parameter kebesaran dan kehormatan dalam kaca mata manusia secara umum. Di mana bagi orang yang miskin, menetap di rumah kontrakan, wajah pas-pasan, hutang menjerat leher, kendaraan sepeda model tahun 90-an dan seterusnya. Tak akan pernah menjadi orang besar dan terhormat di hadapan manusia.

Namun ketika tolok ukurnya adalah pandangan Allah swt. Maka semua kita. Dari golongan tertinggi sampai terendah. RI 1 sampai RI 300. Semua mampu meraihnya. Selama kita mau menjadi orang besar di hadapan-Nya. Selama kita mau menjadi hamba-Nya.

Mentaati Allah swt. Ketaatan ini mutlak kita penuhi. Di kala kaya atau miskin. Senang atau susah. Bahagia atau merana. Suka atau duka. Semangat atau lesu. Sedang menjabat atau menjadi rakyat. Presiden atau pesinden. Lapang atau sempit. Sehat atau sakit dan dalam setiap keadaan dan di manapun kita berada.

Berbakti kepada kedua orang tua. Berbakti kepada orang tua bukan berarti kita harus membangunkan istana untuknya. Atau melakukan apa saja yang keduanya inginkan. Mentaati keduanya tidak mutlak. Selama yang dinginkan dan diperintah keduanya tidak bertentangan dengan aturan Allah dan rasul-Nya, wajib kita ikuti. Tapi dalam hal yang melanggar aturan-Nya, kita menolaknya dengan cara yang baik. Tanpa harus membentak dan berbuat kasar terhadap keduanya.

Menyambung silaturahim. Menjalin hubungan baik dengan mereka yang masih memiliki hubungan kerabat dan pertalian darah dengan kita. Baik dalam ucapan, perbuatan, tingkah laku, tindak tanduk, sepak terjang dan seterusnya.

Membantu saudara-saudara kita. Siapa yang tak membutuhkan bantuan dari kita, sebagaimana kita juga memerlukan bantuan mereka. Membantu mereka yang kesulitan. Melepaskan mereka yang terbelenggu. Membantu menyelesaikan permasalahan mereka. Membantu mereka tetap menapaki jalan kebenaran dan seterusnya.

Memuliakan teman-teman kita. Setiap orang ingin dihargai dan dimuliakan oleh orang-orang yang ada di sekelilingnya. Baik dengan ucapan atau pun perilaku. Sekecil apa pun jasa, karya, dan kebaikan orang lain kepada kita, jangan lupa kita berikan apresiasi. Minimal dengan ucapan “jazakallahu khairan katsira” mudah-mudahan Allah membalas anda dengan pahala yang berlipat ganda. Sebaliknya tiada seorang pun yang ingin direndahkan, dihina, diejek dan yang senada dengan itu. Hati terasa sakit, merintih menahan pilu jika direndahkan dan tak dihargai oleh orang lain. Dan cukup label sombong melekat pada orang yang suka merendahkan orang lain.

Bermanfaat untuk sesama. Di mana dan kapan saja, selama kita mampu untuk memberikan manfaat bagi orang-orang di sekitar kita, lakukanlah. Ingat, tiada kebaikan dan kemanfaatan yang kita ukir untuk orang lain, melainkan akan menjadi tabunngan pahala bagi kita di akherat. Namun jangan kita lupa, seberapa pun besar nilai manfaat dan kebaikan kita untuk sesama, jangan kita menyebut-nyebutnya, mengharap pamrih dan balasan dari mereka. Karena hal itu menyebabkan sirnanya pahala dan tak mustahil kita akan kecewa karenanya.

Berperan memajukan peradaban dan membahagiakan manusia. Di tempat kerja, di lingkungan tempat kita tinggal, di masjid, di sawah ladang, di pasar dan pusat perbelanjaan dan seterusnya, hendaknya kita bisa memberikan andil yang besar bagi kemajuan umat dan menjadikan mereka bahagia dalam hidup. Jangan sampai kita menjadi seperti kata pepatah “wujuduhu ka’adamihi” kehadirannya sama seperti ketidak munculannya. Artinya tiada peran yang mampu kita ambil demi kemajuan umat Islam.

Saudaraku…

Apakah kita mau menjadi orang besar? Atau kita rela menjadi orang kecil dan kerdil dalam hidup ini? Segera tentukan sikap. Karena waktu tak pernah menunggu kita. Wallahu a’lam bishawab.


Sumber: ***

Sabtu, 03 Maret 2012

Kesendirian Bisa Picu Darah Tinggi

Jakarta: Kesendirian itu menyakitkan. Seperti yang disimpulkan dari hasil pengamatan Psikolog Sosial Universitas Chicago, AS, John Cacioppo.

Bersama koleganya, Steve Cole, dari UniversitasCalifornia (UCLA), meneliti kaitan kesepian yang dialami orang serta pengaruhnya pada kesehatan.

Hasilnya, kesendirian dan rasa sepi berpotensi tinggi memicu penyakit darah tinggi, tingkat daya tahan tubuh, hingga kemampuan belajar dan memori otak.

Dalam penyajian hasil penelitian pada pertemuan akademisi psikologi sosial di San Diego, AS, rasa sepi telah memicu peningkatan hormon kortisol serta tekanan darah.

Selain itu, terlalu lama merasakan kesepian dapat mengubah kemampuan interaksi sosial seseorang, menumbuhkan reaksi berlebih dan tingkah laku negatif.

Peneliti menyatakan cara terbaik untuk mengatasi kesepian adalah berusaha melihat dunia secara positif dan mencoba berbagi waktu dengan sesama secara baik.



Sumber: ***

Kurang Minum Pengaruhi Kadar Gula Darah Lho

SUDAHKAH Anda minum air yang cukup setiap hari? Berhati-hatilah bila tubuh kita kekurangan cairan. Pasalnya, mereka yang minum kurang dari dua gelas per hari memiliki potensi mengalami gangguan kadar gula dalam darah. Kondisi ini mengarah pada pra-diabetes yang pada akhirnya menempatkan mereka para risiko diabetes.
Dalam sebuah studi yang dilakukan oleh lembaga penelitian nasional Prancis INSERM, orang dewasa yang hanya minum setengah liter atau sekitar dua gelas per hari lebih mungkin mengembangkan gangguan kadar gula pra diabetes, dibandingkan mereka yang banyak minum.

Penelitian tersebut melibatkan 3.615 orang dewasa Perancis yang berusia antara 30 dan 65. Mereka memiliki tingkat gula darah normal pada awal. Sekitar 19 persen mengatakan mereka minum kurang dari setengah liter (17 ons) air setiap hari, sedangkan sisanya minum sampai satu liter atau lebih.

Sembilan tahun selanjutnya, 565 peserta penelitian terdiagnosis mengembangkan kadar gula darah tinggi. Bahkan, 202 lainnya mengembangkan diabetes tipe 2. Mereka yang mengalami gangguan kadar gula darah mayoritas memiliki kebiasaan minum kurang dari setengah liter per hari.

"Temuan tersebut hanya menunjukkan korelasi antara asupan air dalam tubuh dan kadar gula darah, namun tidak membuktikan sebab akibat," kata peneliti senior Lise Bankir seperti dilansir Reuters.

Berdasarkan penelitian tersebut, hubungan itu terkait dengan produksi hormon vasopressin. Hormon itu berperan membantu mengatur retensi air di tubuh. Ketika tubuh mengalami dehidrasi, hormon yang juga dikenal sebagai hormon antidiuretik ini akan meningkat. Peningkatan itu akan membuat ginjal menghemat air. Namun, kadar vasopressin yang tinggi juga meningkatkan kadar gula darah.

Bankir mengatakan, reseptor vasopressin terdapat di dalam organ hati yang bertanggung jawab memproduksi gula di tubuh. Sebuah studi menemukan bahwa menyuntikkan vasopressin di tubuh orang sehat dapat memicu lonjakan gula darah seketika.

Meski demikian, apakah konsumsi banyak air putih bermanfaat mengurangi risiko gangguan kadar gula darah masih membutuhkan penelitian lanjutan.
Sumber: ***

3 Aturan Makan untuk Menurunkan Berat Badan

Jakarta: Semua orang pasti ingin memiliki tubuh yang langsing dengan berat badan ideal. Diet adalah cara yang paling banyak ditempuh untuk mewujudkannya. Namun, diet sering disalah artikan oleh sebagian orang.

Banyak yang menganggap bahwa diet itu adalah memangkas waktu makan dan bahkan tidak makan sama sekali agar berat badan cepat turun. Hal ini merupakan anggapan yang sama sekali tidak benar.

Diet yang sebenarnya adalah pengaturan pola makan dan memilah jenis makanan sehat yang seharusnya Anda konsumsi untuk menunjang penurunan berat badan. Untuk memudahkan Anda menerapakan pola makan sehat saat berdiet, simak tiga tips berikut ini seperti dilansir duniafitnes.com.

1. Makan Dalam Porsi Kecil


Jika sebelumnya gemar makan dalam porsi besar, mulai sekarang Anda harus belajar untuk menguranginya. Makan dalam porsi besar dapat menyebabkan tubuh Anda kelebihan kalori. Apabila tidak digunakan, kalori ini dapat mengakibatkan timbunan lemak baru dalam tubuh.

Porsi makan yang lebih kecil juga berguna untuk membantu penderita diabetes mencegah melonjaknya kadar gula darah. Hindari pula makan sambil menonton televisi, karena Anda tidak akan mengetahui berapa banyak makanan yang telah Anda konsumsi.

2. Makan Lebih Pelan

Setelah Anda berhasil mengendalikan diri makan dalam porsi yang lebih kecil, sekarang saatnya Anda mengatur “timing” Anda saat menyantap makanan di depan Anda. Makanlah secara perlahan dan jangan tergesa-gesa.

Penelitian menyebutkan bahwa dengan makan secara perlahan, otak akan mengirimkan sinyal untuk merasakan kenyang lebih cepat, sekaligus membuat metabolisme Anda berjalan normal. Dengan begitu, Anda tidak akan mengasup kalori terlalu banyak dalam tubuh.

3. Makan Makanan Padat Gizi

Satu lagi yang menjadi poin penting dalam pengaturan pola makan Anda adalah memilih makanan yang lebih sehat. Makanan sehat adalah makanan yang mengandung zat gizi lengkap untuk mencukupi kebutuhan nutrisi tubuh sehari-hari.

Saat diet, sebaiknya Anda meningkatkan asupan protein lebih banyak dari karbohidrat. Protein bisa Anda dapatkan dari sumber hewani (dada ayam, daging, ikan) ataupun dari produk nabati (kacang-kacangan, sayuran, kedelai dan olahannya).

Lengkapi pula dengan vitamin dan mineral yang bisa Anda dapatkan dari sayuran dan buah-buahan segar seperti, bayam, wortel, jeruk, pisang, dan sebagainya.

Sebisa mungkin hindari pengolahan makanan melalui proses penggorengan. Olah makanan Anda dengan cara dibakar atau dikukus (direbus). Hindari pula makanan cepat saji atau yang biasa disebut sebagai “junk food”, mengingat makanan tersebut mengandung lemak yang tinggi dan zat aditif lain yang dapat merugikan kesehatan Anda.

Agar diet Anda berjalan maksimal, lakukan olahraga setidaknya 3-4 kali dalam seminggu. Kombinasi pola makan sehat dan olahraga yang tepat adalah langkah yang tepat untuk turun berat badan. (DOR)



Sumber: ***

Bayi Digendong Ternyata Lebih Pintar

Jakarta: Ada yang bilang keseringan digendong anak akan manja saat dia dewasa kelak. Hal inilah yang membuat sebagian orangtua enggan menggendong bayi. Padahal, banyak keuntungan yang didapat jika bayi sering digendong. Salah satunya bayi akan terdorong untuk belajar dan menjadi lebih pintar.

Bayi yang sering digendong akan menghabiskan waktu lebih sedikit untuk menangis atau rewel, sehingga si kecil memiliki banyak waktu dan energi untuk membantunya tumbuh dan berkembang secara fisik dan mampu berinteraksi dengan lingkungannya. Demikian menurut William dan Martha Sears, MD dalam bukunya The Baby Book.
 

Jika bayi diposisikan dalam gendongan, ia bisa melihat sekelilingnya dan mencoba untuk memilih serta mengambil apa yang diinginkannya. Kemampuan untuk membuat pilihan ini dapat meningkatkan kemampuannya untuk belajar. Selain itu bayi juga terlibat langsung dalam dunia orang yang menggendongnya, seperti bayi melihat apa yang orangtuanya lihat, mendengar apa yang orangtuanya dengar serta turut merasakan yang orang lain rasakan.

Menurut Sears, bayi yang digendong akan menjadi lebih sadar dan dapat memahami wajah, ritme langkah dan juga aroma orangtuanya, seperti ekspresi wajah, bahasa tubuh, naik turunnya suara serta pola pernapasan dan emosi dari orang yang menggendongnya. Hal lainnya adalah orangtua menjadi lebih sering berinteraksi dengan bayinya sehingga membantu si kecil belajar menjadi manusia.

Pengalaman-pengalaman yang didapat si kecil dari lingkungannya bisa menstimulasi saraf-saraf untuk berkembang dan berhubungan dengan saraf lainnya di dalam tubuh. Hal ini turut berperan dalam membantu pertumbuhan dan perkembangan otaknya serta membentuk koneksi yang baik.

Karena berbagai stimulasi yang diterimanya tersebut bayi akan dirangsang untuk belajar, sehingga kemungkinan meningkatkan kemampuan kognitifnya. Kemampuan yang dapat ditingkatkan dengan menggendong bayi salah satunya peningkatan perkembangannya berbicara dan mendengar.

Suara-suara normal yang didengarnya, seperti suara aktivitas sehari-hari bisa memiliki nilai belajar bagi bayi atau justru dapat mengganggunya. Jika bayi sedang sendiri maka suara tersebut bisa membuatnya takut, tapi jika bayi dalam posisi digendong maka memiliki arti pembelajaran buat si kecil.

Manfaat lain yang bisa didapatkan dengan seringnya menggendong bayi adalah ikatan yang kuat antara orangtua dan bayinya. Menggendong juga memberikan cara pengasuhan yang tepat karena keduanya saling memberi dan membentuk interaksi dua arah. Nah, gendonglah si kecil. Semoga kelak ia lebih pintar. (go4healthylife.com/DOR)



Sumber: ***