Kamis, 05 April 2012

Gosok Gigi dengan Jari Efektif Cegah Bolong Lho

TERNYATA menggosok gigi menggunakan jari juga memiliki manfaat lho. Menggosokkan pasta dengan jari tangan bisa menurunkan risiko terjadinya gigi berongga atau karies. Itu menurut tim peneliti dari University of Gothenburg, Swedia.

Ketua peneliti, Dr Anna Nordstrom, mengungkapkan cara itu meningkatkan perlindungan fluorida hingga 400 persen. Pernyataan itu setelah meneliti efek pasta gigi berkadar fluorida tinggi yang bisa diperoleh tanpa resep di Swedia.

Mereka meminta 16 relawan untuk menggosok gigi beberapa kali sehari dan juga menguji teknis menggosok gigi dengan jari. Menurut Dr. Nordstrom, metode itu terbukti seefektif tiga kali menggosok gigi dengan sikat dalam meningkatkan jumlah fluorida pada mulut.

"Menggosokkan pasta gigi dengan merupakan cara paling mudah untuk ‘menembakkan’ fluorida selama sehari, misalnya setelah makan siang," kata Nordstrom.

Namun dia menekankan cara itu tidak bisa menggantikan kebiasaan menggosok gigi dengan sikat  gigi berpasta gigi pada pagi dan sore hari. "Ini adalah upaya tambahan saja," kata Nordstrom.

Ia menambahkan bahwa orang sebaiknya menghindari membersihkan pasta gigi mereka dengan air setelah menggosok gigi. Fluorida adalah mineral alami yang mencegah kerusakan dengan memperkuat perlindungan enamel yang melapisi gigi. Namun hanya 10 persen air di Inggris yang mengandung fluorida dibandingkan di Amerika yang kandungannya mencapai 60 persen.

Peneliti bahkan juga yakin membiarkan fluorida di gigi tanpa dibasuh itu tak berbahaya. Pandangan itu berlawanan dengan keyakinan bahwa fluorida bisa meningkatkan risiko kesehatan, bahkan bisa meningkatkan risiko kanker tulang pada anak-anak lelaki. Namun British Dental Association mengatakan, fluoridasasi adalah cara aman dan efektif untuk mengurangi tambalan dan pencabutan gigi.

Penelitian terbaru ini disampaikan hanya sehari setelah para ilmuwan mengungkapkan bahwa gagal menggosok gigi dengan benar bisa menyebabkan masalah jantung yang fatal. Menurut Brstol University, bakteri yang berkeliaran di mulut bisa menyebabkan penggumpalan darah yang membahayakan jiwa melalui gusi berdarah yang memicu endokarditis.

Sumber:  ***

0 komentar:

Posting Komentar