Kamis, 05 April 2012

Ibu 'Ngopi', Bayi Akan Terjaga di Malam Hari?

KONSUMSI kafein saat hamil maupun menyusui dikhawatirkan berdampak negatif pada bayi. Satu di antaranya membuat si bayi ikut begadang di tengah malam. Namun kekhawatiran itu menjadi pro dan kontra. Penelitian terbaru pun menjawab bahwa mengonsumsi kafein tak berpengaruh pada di bayi.

Hasil penelitian yang dipublikasikan di jurnal Pediatrics tersebut melibatkan 885 bayi yang lahir pada 2004 di Brasil. Hasilnya menunjukkan para bayi dari ibu-ibu yang suka mengonsumsi kafein dalam jumlah banyak maupun sedikit, ternyata hanya sedikit lebih sering terbangun pada malam hari dibandingkan dengan bayi-bayi yang ibunya tidak mengasup kafein.

“Konsumsi kafein oleh para ibu, meskipun dalam jumlah besar selama hamil dan menyusui, tidak memiliki konsekuensi apapun pada tidur bayi berusia tiga bulan," ujar peneliti seperti dilansir LiveScience.

Sejumlah penelitian sebelumnya menghubungkan konsumsi banyak kafein selama kehamilan dengan meningkatnya risiko keguguran. Namun menurut American Academy of Pediatrics, kafein aman untuk ibu-ibu yang menyusui dalam jumlah moderat, yaitu dua atau tiga cangkir kopi per hari.

Untuk bayi, bangun malam adalah hal yang biasa. Para peneliti mengamati apakah konsumsi banyak kafein oleh wanita selama kehamilan mereka dan setelah melahirkan terkait dengan lebih seringnya bayi terbangun pada malam hari.

Terkait hal itu, para ilmuwan dari Federal University of Pelotas mewawancarai para ibu segera setelah mereka melahirkan dan mengurus bayi mereka. Tiga bulan kemudian, para ibu itu kembali diwawancarai mengenai kebiasaan tidur bayi mereka pada 15 hari sebelumnya.

Para bayi yang terbangun lebih dari tiga kali pada malam hari, secara umum, dikatakan sebagai ‘sering terbangun pada malam hari’. Selain itu, para ilmuwan juga mengumpulkan contoh kopi dari rumah-rumah ibu-ibu tersebut untuk diukur kadar kafeinnya.

Hampir 20 persen dari para ibu yang menjadi konsumen berat kafein, yaitu minum lebih dari 300 miligram per hari (setara dengan tiga atau empat cangkir kopi yang dibuat di rumah) per hari, dan sekitar 14 persen dari bayi mereka terbangun tiga kali atau lebih pada malam hari.

Alasan mengenai tidak adanya hubungan antara kebiasaan mengonsumsi kopi dengan terbangunnya bayi pada malam hari tidak begitu jelas. Tetapi, menurut penelitian, itu dikarenakan bayi yang dilahirkan dari ibu yang hobi minum kafein mengembangkan toleransi terhadap kafein.

Sumber: ***

0 komentar:

Posting Komentar