Sabtu, 11 Februari 2012

Kenali Kondisi Bus, Pengemudi Harus Kuasai Kemampuan Montir

Jakarta - Rem blong serta kelalaian pengemudi bus diduga kuat menjadi penyebab kecelakaan mau yang menewaskan 14 orang di Cisarua, Bogor. Pelajaran berharga harus dipetik dari musibah ini, pengemudi dituntut untuk juga menguasai kemampuan montir, tak cuma mengemudi.

"Ini sebenarnya persoalan klasik di mana kendaran tidak berfungsi dengan baik dan pengemudi tidak mampu mengenali kondisi kendaraanya," tutur Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia, Danang Parikesit kepada detikcom, Minggu (12/1/2012).

Menurut Danang, tragedi maut seperti yang terjadi di Cisarua pada Jumat (11/1) malam kemarin, tidak akan terjadi jika pengemudi mampu mengenali dari awal mengenai rem yang tidak befungsi. Sang supir, lanjut Danang, seharusnya memutuskan untuk membatalkan perjalanan tersebut.

"Jadi kalau memang kondisi bus tidak prima ya tidak usah dipaksakan," papar Danang.

Danang juga meminta setiap pengemudi harus dibekali kemampuan mekanik, sehingga peka terhadap keadaan bus. "Itu suatu keharusan. Jadi bukan hanya soal izin mengemudi saja. Kompetensi pengemudi cukup penting," terangnya.

Diketahui Bus Karunia Bhakti jurusan Garut-Jakarta dengan nomor polisi Z 7519 DA mengalami kecelakaan di kawasan Cisarua pada Jumat (10/2) pukul 18.40 WIB akibat rem blong. Bus menabrak sejumlah kendaraan sebelum kemudian keluar jalur. 14 penumpang meninggal dan puluhan luka-luka akibat kejadian ini.

Supir Bus, Lukman Iskandar, ditetapkan sebagai tersangka dalam kecelakaan maut ini. Ia dijerat dengan pasal 310 undang-undang No 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan.

Lukman menyerahkan diri ke Polres Garut pada Jumat dini hari tadi setelah sebelumnya melarikan diri usai meloncat dari bus. Lukman kemudian dijemput aparat Polresta Bogor.



(fjr/fjr)

Sumber:  ***

0 komentar:

Posting Komentar