Sabtu, 18 Februari 2012

Sering Pindah Rumah Berisiko bagi Anak

ADA yang harus menjadi perhatian orang tua saat memutuskan untuk pindah rumah. Jangan sekadar main pindah saja. Sebuah penelitian menunjukkan anak-anak yang sering berpindah rumah lebih mungkin mengalami penurunan kesehatan. Anak-anak di bawah usia 18 tahun cenderung mengalami gangguan kesehatan psikologis dan mudah terpengaruh untuk mengonsumsi obat-obatan terlarang.

Penelitian yang telah diterbitkan dalam Journal of Epidemiology and Community Health mengambil data dari 850 orang dalam jangka waktu 20 tahun. Sebanyak 18,59 persen dari jumlah tersebut telah berpindah rumah sekali sampai tiga kali. Sedangkan sekitar 20 persen masih tinggal dari semasa kecil.

Para ahli menemukan biasanya orang tua tunggal sering berpindah rumah begitu pun lokasi sekolah anak-anaknya. Mereka yang sering berpindah rumah cenderung mudah dibujuk mengonsumsi obat-obatan terlarang dan hampir mungkin memiliki pikiran untuk bunuh diri. Namun risiko dari beberapa masalah ini mereda pada usia 36 tahun dan tidak efek pada tindakan fisik seperti fungsi paru-paru dan tekanan darah.

"Bagi banyak orang pindah rumah adalah pengalaman positif karena meningkatkan status sosial. Tapi beberapa anggota keluarga terutama anak-anak menyebabkan stres, masalah kesehatan dan perilaku di masa dewasa,"jelas Dr Denise Brown dari Social and Public Health Sciences Unit di Glasgow, Skotlandia seperti dikutip Dailymail.

Menurutnya, seringnya berpindah rumah harus memberikan dukungan kepada anak tentang relokasi keluarga dan hubungan sosial agar kesehatannya tidak menurun.(MI/BEY)

Sumber: ***

0 komentar:

Posting Komentar